8.08.2011

Sihir Menurut Bahasa.

Sihir Menurut Bahasa.

Al-Laits mengatakan, “Sihir adalah suatu perbuatan yang dapat mendekatkan diri kepada syaitan dengan bantuannya.” Al-Azhari mengemukakan, “Dasar pokok sihir adalah memalingkan sesuatu dari hakikat yang sebenarnya kepada yang lainnya

[1].” Ibnu Manzur berkata : “ Seakan-akan tukang sihir memperlihatkan kebathilan dalam wujud kebenaran dan menggambarkan sesuatu tidak seperti hakikat yang sebenarnya. Dengan demikian, dia telah menyihir sesuatu dari hakikat yang sebenarnya atau memalingkannya.”

[2] Syamir meriwayatkan dari Ibnu ‘Aisyah, dia mengatakan : “Orang Arab menyebut sihir itu dengan kata as-Sihr karena ia menghilangkan kesehatan menjadi sakit.”

[3] Ibnu Faris mengemukakan, “Sihir berarti menampakkan kebathilan dalam wujud kebenaran.”

[4] Di dalam kitab Al Mu’jamul Wasiith disebutkan : “ Sihir adalah sesuatu yang dilakukan secara lembut dan sangat terselubung.”

[5] Sedangkan didalam kitab Muhiithul Muhiith disebutkan, “Sihir adalah tindakan
memperlihatkan sesuatu dengan penampilan yang paling bagus, sehingga bisa menipu manusia.”

APAKAH ANDA KENAL BUAH KERSEN / CERI / TALOK ??

APAKAH ANDA KENAL BUAH KERSEN / CERI / TALOK ??

BUAH KERSEN / CERI (muntingia calabura L) atau TALOK yang buahnya kecil dan manis. Di beberapa daerah seperti di Jakarta, buah itu juga dinamai ceri

KERSEN / CERI / TALOK (muntingia calabura L) merupakan salah satu jenis pohon pinggir jalan yang umum sekali dijumpai, terutama di wilayah-wilayah yang kering. Kersen tumbuh sendiri di pekarangan dan sepanjang halaman muka rumah, di tempat yang tak ada pohon lain dapat tumbuh.

"Di Indonesia secara tradisional buah kersen digunakan untuk mengobati ASAM URAT dengan cara mengkonsumsi buah KERSEN / CERI / TALOK sebayak 10 butir 3 kali sehari dan terbukti dapat mengurangi rasa nyeri yang ditimbulkan dari penyakit asam urat," ungkapnya seraya menambahkan, rebusan daun kersen juga memiliki khasiat anti radang dan menurunkan panas bahkan kandungan dan rebusan daun kersen ternyata dapat berkhasiat sebagai pembunuh mikroba berbahaya dan dapat digunakan sebagai anti septik.

8.07.2011

Do'a dalam Suatu Acara/Rapat

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Doa yang khusus tentang majelis yang ditutup dengan doa, adalah doa kaffaratul majelis. Disebut kaffarah lantaran sifatnya memang untuk menebus atau menghapus dosa, paling tidak atas segala kesalahan atau kelalaian selama majelis itu berlangsung.

Sebagaimana sabda Rasulullah SAW berikut ini:

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ جَلَسَ فِي مَجْلِسٍ فَكَثُرَ فِيهِ لَغَطُهُ- حصلت منه أخطاء وزلات في الكلام- فَقَالَ قَبْلَ أَنْ يَقُومَ مِنْ مَجْلِسِهِ ذَلِكَ سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ إِلَّا غُفِرَ لَهُ مَا كَانَ فِي مَجْلِسِهِ ذَلِكَ] رواه الترمذي وأحمد

Rasulullah SAW bersabda, "Orang yang duduk di suatu majelis lalu banyak melakukan kesalahan, hendalah berkata sebelum bangun dari majelisnya, "Maha suci Engkau Ya Allah, segala puji untuk-Mu, Aku bersaksi tiada tuhan kecuali Engkau, Aku meminta ampun dan bertobat kepada-Mu." Maka Allah akan mengampuni kesalahannya selama di majelis itu. (HR. Tirmizy dan Ahmad)

Sedangkan doa lainnya bersfat umum saja. Sehingga tidak ada dalil yang secara khusus yang kita terima dari Rasulullah SAW dan diriwayatkan secara ma'tsur.

Namun sebagai adab berdoa, bagusnya diawali dengan ucapan Alhamdulillah, shalawat kepada Nabi Muhammad SAW, baru kemudian permintaan kita. Alangkah baiknya kita menggunakan lafadz doa yang diambil dari ayat-ayat Al-Quran, atau lafadz yang diajarkan oleh Nabi SAW, baru terakhir kita ucapkan doa yang lebih spesifik yang terkait dengan munasabah (event) majelis tersebut.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

berpegang teguh pada perilaku Nabi saw, dalam aspek apapun

Al wasath di dalam agama artinya berpegang teguh pada perilaku Nabi saw, dalam aspek apapun. Sebab perilaku beliau adalah contoh yang paling sempurna bagi semua orang di muka bumi ini. Sikap dan perilaku beliau tidak ada yang melampaui batas, tidak pula ada yang sangat kekurangan sehingga menimbulkan cela dalam diri beliau.

Ketika ada tiga orang lelaki datang kepada istri beliau, Aisyah ra, menanyakan tentang ibadah beliau, mereka semua merasa sangat jauh dari sosok beliau yang sempurna. Maka laki-laki pertama pun berkata, "Kalau begitu, aku ingin melakukan shalat malam dan tidak akan tidur sepanjang tahun. "Yang kedua berkata, "Aku akan berpuasa di siang hari dan tidak akan berbuka." Sedang yang ketiga berkata, ''Aku tidak akan menikahi wanita manapun."

Tak lama kemudian, berita mereka sampai di telinga Rasulullah saw. Saat itu beliau pun bersabda, "Ada apakah gerangan suatu kaum yang mengatakan begini dan begitu, padahal aku ini juga melakukan shalat dan tidur, berpuasa dan berbuka, dan menikahi wanita. Barangsiapa yang tidak menyukai sunnahku, maka dia tidak termasuk ke dalam golonganku." (HR. Bukhari)

Geologi dan Asal Usul Bumi

Geologi dan Asal Usul Bumi

Profesor Alfred Kroner berkata: ". . . bahwa beberapa pernyataan yang dibuat pada saat tidak dapat ditunjukkan, tetapi metode ilmiah modern sekarang pada poslsi yang membuktikan apa yang dikatakan Muhammad 1400 tahun yang lalu. "

Kami menghadirkan kepada Anda Profesor Alfred Kroner, salah satu ahli geologi terkenal dunia. Dia adalah ahli geologi dan Ketua Jurusan Geologi Institut Geosciences, Universitas Johannes Gutterburg, Mainz, Jerman. Kami bertemu dengannya dan menunjukkan beberapa ayat al-Quran dan Hadis Nabi Muhammad SAW Dia mempelajari dan memberikan komentarnya dan kemudian kami mendiskusikan hal ini bersamanya.

Profesor Kroner berkata: "Pikirkan tentang beberapa pertanyaan ini dan pikirkan Nabi Muhammad itu datang dari mana, dia datang dari suku Badui.2) Saya pikir, semuanya itu hampir tidak mungkin dia dapat mengetahui segala hal seperti asal-usul alam semesta secara umum, sebab ilmuwan baru dapat menentukan hal itu pada tabun-tahun terakhir dengan metode yang sangat rumit dan teknologi yang canggih untuk hal ini. "

Profesor Kroner memilih contoh dari al-Quran yang membuktikan kepadanya bahwa al-Quran tidak datang dari Nabi Muhammad SAW Contoh yang diambil Profesor Kroner ini adalah sebuah gambaran dari al­Quran yang membuktikan kenyataan bahwa alam semesta ini dimulai dalam satu kesatuan yang benar­benar ada. Allah Yang Maha Agung dan Maha Mulia berfiman:

"Dan apakah orang orang kafir itu tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?" (QS al-Anbiyaa : 30)

Arti "ratgan" pada ayat ini, sebagaimana Ibnu Abbas, mujahid dan yang lainnya berkata, Allah akan senang dengan semuanya akan mereka, langit dan bumi yang ditancapkan bersama atau paduan atau campuran yang bersama, kemudian mereka dipisahkan dari satu dengan yang lain. Profesor Kroner menggunakan hal ini sebagai contoh untuk membuktikan bahwa tidak ada manusia yang hidup pada masa Nabi Muhammad SAW yang dapat mengetahui hal ini.

Profesor Kroner menyatakan: "Seseorang yang tidak tahu sesuatu tentang fisika nuklir 1400 tahun yang lalu, saya pikir, tidak dapat dalam posisi ini untuk mengetahui dari pemikirannya sendiri untuk kejadtan bahwa bumi dan langit memiliki asal-usul yang sama atau beberapa pertanyaan yang lain yang kami diskusikan di sini."

Profesor Kroner, hal ini terlihat oleh kita, bahwa dia memiliki pembawaan yang bersifat mengelak. Sebagai contoh, kami menyatakannya untuk menggambarkan kondisi geologi Arab. Apakah Arab itu penuh dengan kebun buah-buahan dan sungai? Dia berkata: "Selarna zaman es dan telah diketahui lebih jauh bahwa gunung es yang terapung di kutub utara secara perlahan bergerak menuju ke selatan. Ketika gunung es kutub itu secara relatif mendekat ke Jazirah Arab, cuaca akan berubah dan negara Arab akan menjadi satu dari daerah yang paling hijau dan paling basah di dunia. Kami bertanya kepadanya: "Apakah Arab itu akan menjadi daratan yang dipenuhi dengan kebun buah-buahan dan sungai?" Dia menjawab: "Ya, hal ini adalah fakta ilmiah."

Hal ini mengherankan kami, dan kami heran bagaimana dia membuat pernyataan ini sebagai fakta ilmiah padahal hal ini berhubungan dengan masa depan dan kami bertanya: "Mengapa?" Dia menjawab: "Sebab zaman es pada dasarnya telah dimulai. Dan kita dapat melihat es yang bergerak sangat perlahan, sekali lagi, dari kutub Utara menuju ke selatan. Pada kenyataannya, es di kutub sekarang mendekati Jazirah Arab secara perlahan. Kita dapat melihat tanda es ini dari badai salju yang menyerang bagian utara Eropa dan Amerika setiap musim dingin. Para ilmuwan telah melihat tanda-tanda lain dan informasi yang menunjukkan dimulainya zaman es. Inilah fakta ilmiah. "

Kami mengatakan kepadanya: “Apakah yang baru saja Anda sebutkan itu hanya diketahui ilmuwan setelah penelitian yang lama dan dengan bantuan peralatan tertentu. Tetapi kami telah mendapatkan yang Anda sebutkan itu dari Nabi Muhammad SAW 1400 tahun yang lalu. Beliau bersabda di dalam hadisnya yang diteruskan di dalam Shahih Muslim.

"Hari kiamat itu tidak akan datang kepada kita sampai daratan Arab itu sekali lagi akan menjadi padang rumput dan dipenuhi dengan sungai. "

Pada pokok persoalan ini kami bertanya kepada Profesor Kroner: "Siapa yang mengajarkan Nabi Muhammad SAW bahwa daratan Arab itu sekali lagi akan dipenuhi dengan kebun buah-buahan dan sungai?" Dia langsung menjawab: "Bangsa Romawi". Hal ini mengingatkan kami akan kemampuan Profesor Kroner untuk mengelak. Kami bertanya kepadanya pertanyaan lain: "Akan tetapi siapa yang memberitahukan Nabi Muhammad SAW bahwa daratan Arab sekali lagi akan menjadi padang rumput dan dipenuhi dengan sungai?" Prof Kroner menjadi mengelak jika malu, akan tetapi sewaktu atau pada saat dia dihadapkan dengan kebenaran, dia cukup berani untuk menyatakan pendapatnya secara blak-blakan dan dengan demikian dia menjawab: Ia dapat mengetahuinya hanya melaui petunjuk dari yang di atas.

Akhirnya, setelah kami berbicara dengannya, dia membuat komentar sebagai berikut:

“Jika Anda menggabungkan semua ini dan menggabungkan semua pernyataan itu maka di dalam al-Quran juga ada ayat yang berhubungan dengan bumi dan formasi dari bumi dan ilmu pengetahuan secara umum, Anda dapat mengatakan secara mendasar bahwa pernyataan itu dibuat dalam beberapa cara yang benar. Mereka sekarang dapat ditegaskan dengan metode ilmiah dan pada cara yang dapat Anda katakan bahwa al-Quran adalah buku teks ilmu pengetahuan yang simpel dan sederhana untuk orang yang sederhana. Pernyataan itu dibuat pada saat atau zaman yang tidak dapat dibuktikan dengan metode modern secara ilmiah yang sekarang pada posisi yang dapat ditunjukkan dengan apa yang dikatakan Nabi Muhammad 1400 tahun yang lalu."

Allah berfirman:

"Al-Quran ini tidak lain hanyalah peringatan bagi semesta alam. Dan sesungguhnya kamu akan mengetahui (kebenaran) berita al-Quran setelah beberapa waktu lagi. " (QS Shaad : 87-88)

8.06.2011

MUSAFIR

Banyak hadits shahih membolehkan musafir untuk tidak puasa, kita tidak lupa bahwa rahmat ini disebutkan di tengah-tengah kitab-Nya yang Mulia, Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang berfirman.

"Artinya : Dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka) maka (wajiblah baginya berpuasa)sebanyak hari yang ditinggalkan itu, pada hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu dan tidak menghendaki kesukaran bagimu" [QS 2:185]

Hamzah bin Amr Al-Aslami bertanya kepada Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam : "Apakah boleh aku berpuasa dalam safar ?" -dia banyak melakukan safar- maka Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda.
"Artinya : Berpuasalah jika kamu mau dan berbukalah jika kamu mau" [Hadits Riwayat Bukhari 4/156 dan Muslim 1121]

Dari Anas bin Malik Radhiyallahu 'anhu berkata : "Aku pernah melakukan safar bersama Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam di bulan Ramadhan, orang yang puasa tidak mencela yang berbuka dan yang berbuka tidak mencela yang berpuasa" [Hadits Riwayat Bukhari 4/163 dan Muslim 1118]

Hadits-hadits ini menunjukkan bolehnya memilih, tidak menentukan mana yang afdhal, namun mungkin kita (bisa) menyatakan bahwa yang afdah adalah berbuka berdasarkan hadits-hadits yang umum, seperti sabda Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam.
"Artinya : Sesungguhnya Allah menyukai didatanginya rukhsah yang diberikan, sebagaimana Dia membenci orang yang melakukan maksiat" [Hadits Riwayat Ahmad 2/108, Ibnu Hibban 2742 dari Ibnu Umar dengan sanadnya yang Shahih]

Penyesalan mengulur waktu

Firman ALLAH SWT bentuk penyesalan yang akan kita temui diakhirat kelak….. Sungguh sangat disayangkan jika diantara kita ada yang mempunyai janji-janji untuk meninggalkan kemaksiatan, namun terlena karena menunggu saat yang tepat untuk melakukan perubahan itu, sehingga ajal lebih dahulu menemui kita….. na’udzubiLLAH…..

Saat yang tepat untuk memenuhi janji meninggalkan kemaksiatan pada diri kita adalah hari ini, detik ini juga…!!!! Kita mau, insya ALLAH kita bisa…..

Semoga ALLAH SWT meberikan kemudahan bagi kita untuk mengamalkan janji kita untuk berubah pada kebaikan…. Duhai RAHMAN yaa RAHIIIM ijabahlah doa kami…. Aamiin ya RABBAL ‘alamiin…